Senin, 23 Juli 2012

Tradisi sejarah masyarakat indonesia

BAB  III. TRADISI SEJARAH  MASYARAKAT INDONESIA
MASA PRAAKSARA DAN MASA AKSARA
A. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA
1. CARA MASYARAKAT MEWARISKAN MASA LALUNYA
Dua cara untuk mewariskan masa lalu pada masyarakat yang belum mengenal tulisan ( Pra aksara ) yaitu :
a. Melalui keluarga
Keluarga memiliki peranan yang penting dalam proses pewarisan budaya masa lalu karena kesempatan berinteraksi dalam keluarga lebih besar sehingga memudahkan orang tua menanamkan ide-ide dan menyampaikan informasi mengenai tatacara berprilaku dan adat istiadat serta kebiasaan keluarga yang benar pada anak.
b. Melalui Masyarakat
Masyarakat yang belum mengenal tulisan mewariskan masa lalunya melalui beberapa cara berikut :
1) Tradisi dan adat istiadat yang mengatur perilaku dan hubungan antarindividu
2) Nasihat para leluhur yang dilestarikan melalui ingatan kolektif anggota masyarakat
3) Peranan orang yang dituakan atau pemimpin kelompok
4) Membuat suatu peringatan melalui lukisan, perkakas hidup, dan bangunan tugu atau makam untuk memuja arwah nenek moyang
5) Melalui kepercayaan yang menyangkut kepercayaan terhadap roh-roh serta arwah nenek moyang.
2. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA SEBELUM MENGENAL TULISAN
Antara lain :
  • Sistem kepercayaan
  • Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial
  • Sistem mata pencaharian
  • Sistem peralatan dan perlengkapan hidup ( teknologi )
  • Sistem Bahasa
  • Sistem kesenian
  • Ilmu Pengetahuan
3. JEJAK SEJARAH INDONESIA SEBELUM MENGENAL TULISAN
Macamnya antara lain :
a. Folklore
Folklore merupakan adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun dan tidak dibukukan.
Macam-macam Folklore ( Menurut Jan Harold Brunvad) :
  • Folklore Lisan, contohnya :  bahasa rakyat, teka-teki, puisi, cerita rakyat, Nyanyian rakyat.
  • Folklore bukan lisan, contohnya Arsitektur rakyat, kerajinan tangan, pakaian, obat-obatan tradisional, perhiasan dsb.
  • Folkore sebagian Lisan, contohnya  Permainan rakyat, teater rakyat, makanan rakyat, tarian rakyat, dll
Contohnya tayangan dibawah ini :
Ciri-ciri Folklore adalah :
1) Merupakan adat istadat dan verita rakyat yang diwariskan secara turun temurun tetapi tidak dibukukan
2) Diciptakan, disebarkan dan diwariskan secara lisan dari satu generasi ke generasi lainnya
3) Bersifat tardisional yang tersebar di wilayah tertentu dalam bentuk relatif tetap dan disebarkan di antara kelompok tertentu dalam waktu yang cukup lama
4) Menjadi milik bersama dari kelompok tertentu karena pencipta pertamanya sudah tidak diketahui (anonim) sehingga setiap anggota kolektif yang bersangkutan merasa memilikinya
5) Mempunyai kegunaan dalam kehidupan masyarakat yaitu sebagai alat pendidik, pelipur lara, protes sosial, dan proyeksi keinginan yang terpendam
6) Terdiri dari banyak versi, mengandung pesan moral, dan mempunyai bentuk/pola
7) Bersifat pralogis, lugu dan polos
( Sumber : Sejarah untuk kelas X SMA dan MA, Tiga Serangkai, Surakarta)
b. Mitologi
Ilmu Kesusasteraan tentang dongeng kehidupan para dewa dan mahluk halus dalam suatu kebudayaan juga menceritakan tentang asal usul alam semesta, manusia dan bangsa yang diungkap secara ghaib.
c. Legenda
Merupakan cerita rakyat pada masa lampau yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa sejarah.
Ciri-ciri legenda adalah :
  1. Bersifat sekuler atau keduniawian
  2. Ditokohi oleh manusia biasa. Namun ada kalanya manusia tersebut memiliki sifat luar biasa dan seringkali dibantu makhluk-makhluk gaib
  3. Dianggap sebagai sejarah kolektif atau folk history
  4. Diwariskan secara turun temurn
Menurut Jan Harold Brunvad, Legenda dibagi menadi 4 ( empat ) yaitu :
1. Legenda keagamaan ( Religious Legend)
legenda yang memuat kisah-kisah keagamaan, misalnya kisah orang-orang suci ( hagiografi ).
Contoh : Kisah Wali Songo
2. Legenda alam ghaib
memuat kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang. Fungsinya untuk meneguhkan kebenaran takhayul atau kepercayaan rakyat.
Contoh : Legenda penguasa pantai selatan Nyai Roro Kidul
3. Legenda daerah setempat
legenda yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat, dan bentuk topografi atau bentuk permukaan suatu daerah.
Contoh : legenda asal mula kota Surabaya ( dari kata Suro : hiu, Boyo : buaya)
4. Legenda perseorangan
cerita mengenai tokoh-tokoh tertentu yang dianggap oleh pengarang ceritanya benar-benar pernah terjadi.
Contoh : Legenda si Pitung ( Betawi )
d. Upacara
Merupakan rangkaian kegiatan yang terikat oleh aturan tertentu berdasarkan adat istiadat dan agama ( kepercayaan ).
e. Lagu daerah
Merupakan lagu yang menggunakan bahasa daerah.
B. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA AKSARA
1. PERKEMBANGAN SEJARAH INDONESIA SETELAH MENGENAL TULISAN
a. Bidang politik ( Pemerintahan )
Image Detail
Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha sistem pemerintahan di Indonesia di pegang oleh kepala suku yang memerintah kelompok sukunya. Setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha maka pemerintahan kepala suku diubah menjadi pemerintahan yang berbentuk kerajaan yang dipegang oleh raja secara turun temurun.
b. Bidang sosial
Sebelum masuknya kebudayaan Hindu-Budha, masyarakat Indonesia telah hidup teratur yang ditandai dengan kehidupan gotong royong.
c. Bidang Budaya
Sebelum orang-orang India datang ke Indonesia, masyarakat kita telah memiliki dasar kehidupan sendiri yang cukup tinggi ( kebudayaan asli ) dan terus berkembang secara terus menerus. Setelah masuknya kebudayaan Hindu-Budha maka terjadilah perkembangan kebudayaan Indonesia seperti :
1. Tulisan Pallawa dan bahasa Sanskerta Image Detail
2. Seni bangunan
3. Seni Rupa/lukis
4. Seni sastra
5. Kalender
                                                                                                           Tulisan Pallawa
d. Bidang Keagamaan
Kepercayaan asli bangsa kita yaitu pemujaan terhadap Roh-roh leluhur/nenek moyang ( Animisme ) dan benda-benda ( Dinamisme ). Setelah masuknya orang-orang India yang membawa kebudayaan Hindu dan Budha maka masyarakat kitapun mengenal agama tersebut tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.
2. REKAMAN TERTULIS DALAM TRADISI SEJARAH
a. Prasasti
 
Merupakan rekaman tertulis yang menceritakan masa lampau yang pembuatannya berdasarkan perintah raja.
b. Kitab
Merupakan karya sastra para pujangga yang dijadikan petunjuk untuk menyingkap sebuah peristiwa sejarah yang muncul pada jaman Hindu Budha maupun Islam.
c. Dokumen
Merupakan surat berharga yang ditulis atau dicetak sehingga dapat dipakai untuk sebuah bukti atau keterangan.
3. PERKEMBANGAN PENULISAN SEJARAH DI INDONESIA
a. Masa Hindu – Budha dan Islam
Penulisan sejarah pada masa ini bersifat istana sentris yaitu berpusat pada keinginan dan kepentingan raja. Tujuannya agar generasi penerus mengetahui bahwa ada suatu peristiwa penting pada masa itu.
b. Masa Kolonial
Penulisan sejarah pada masa ini bertujuan untuk memperkokoh kekuasaan mereka di Indonesia dengan menyatakan bahwa status sosial mereka lebih tinggi dan setiap perlawanan rakyat Indonesia terhadap mereka dianggap sebagai pemberontak.
c. Masa pergerakan Nasional
Penulisan sejarah Pada masa ini bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah
d. Masa Kemerdekaan
Penulisan pada masa ini berorientasi pada masa depan bangsa dan Negara Indonesia yang telah berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar